SMK PGRI 1 Ngawi kembali menjadi sorotan lewat gelaran Job Fair & Talk Show Gelar Karya Jurusan yang berlangsung Rabu, 13 Mei 2026. Berdasarkan isian link lowongan pekerjaan yang sudah diisi, lebih dari 1.200 pencari kerja dari berbagai wilayah di Ngawi dan sekitarnya berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sejak pagi, area sekolah ramai oleh lulusan SMA/SMK, masyarakat umum, hingga calon tenaga kerja muda yang datang mencari peluang karier langsung dari perusahaan.

Bukan sekadar bursa kerja biasa, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Puluhan perusahaan nasional hingga internasional hadir membuka rekrutmen, sekaligus melihat langsung kualitas lulusan pendidikan vokasi di Kabupaten Ngawi.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kepala DPPTK Kabupaten Ngawi Kusumawati Nilam, Dewan Pengurus Daerah Aprisindo Jawa Timur Ali Mas’ud, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun Hj. Lena MPd, Kasi SMK Cabdin Madiun Ermina Ary Kristanty, Kepala SMK PGRI 1 Ngawi Farid Samsul Hadi, Direktur CV Julang Marcing Pratama Istomo Susilastoro, Direktur GFT Ikhsan, serta perwakilan HRD dari berbagai mitra industri.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengapresiasi langkah SMK PGRI 1 Ngawi yang dinilai aktif menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan ketenagakerjaan. Menurutnya, job fair seperti ini sangat penting karena membuka akses langsung antara pencari kerja dan perusahaan.

 “Kegiatan ini sangat positif karena mempertemukan langsung pencari kerja dengan dunia industri. Lulusan SMK harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing secara profesional,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan industri harus terus diperkuat agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan kerja modern.

Tidak hanya menghadirkan lowongan pekerjaan, acara ini juga menampilkan karya dan inovasi siswa dari berbagai jurusan di SMK PGRI 1 Ngawi.

Jurusan DPIB menampilkan desain smart building dan prestasi lomba tingkat nasional. Jurusan Teknik Pemesinan serta Teknik Tenaga Listrik memperkenalkan sistem otomatisasi industri berbasis teknologi modern. Jurusan Otomotif menarik perhatian pengunjung lewat demo pengecatan kendaraan dan motor konversi listrik hasil karya siswa.

Sementara itu, jurusan DKV memamerkan kontribusi siswa dalam membantu UMKM melalui desain packaging produk yang kreatif dan marketable. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan juga memperlihatkan berbagai inovasi IT dan pengembangan teknologi digital karya siswa.

Area job fair semakin ramai dengan hadirnya expo rekrutmen dari berbagai perusahaan besar seperti PT Wechuang, PT Hongsen, PT GFT Investment, PT Waihing Industrial, Disnaker Kabupaten Ngawi, PT MMP Karawang, PT Dwi Prima Sentosa, PT Wanaya Berkat Sejahtera, PT Royal Regent Manufacturing, PT YIMM, PT BAS, PT IPI, PTG PNM, PT GFG, PT Shoufong Lastindo, PT Karya Bintang Mandiri, CV Jadi Berkat (Bless)/Cokro Group, PT Citra Bunda Nusantara, PT Seoilindo Primatama, LPK Busan, PT Sintec, PT Tegar Sukses Abadi, hingga PT SPS.

Kepala SMK PGRI 1 Ngawi Farid Samsul Hadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun layanan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, job fair bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat link and match antara sekolah dan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK sekaligus membangun kemitraan industri yang berkelanjutan.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa pendidikan vokasi kini semakin dipercaya sebagai jalur strategis menuju dunia kerja. Job Fair & Talk Show Gelar Karya Jurusan SMK PGRI 1 Ngawi 2026 tidak hanya menjadi pusat rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi bukti bahwa sekolah vokasi mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, siap berkarya, dan siap bersaing di dunia industri.

 

Dari Ngawi Menuju Jepang, Menyiapkan Generasi Vokasi untuk Dunia

NGAWI – SMK PGRI 1 Ngawi terus memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk membuka peluang karier bagi peserta didik di tingkat internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Kelas Industri PT JIAEC, sebuah program persiapan dan penyaluran kerja ke Jepang yang kini telah memasuki angkatan kedua.

Kelas Industri PT JIAEC dirancang bagi peserta didik yang memiliki minat, motivasi, dan orientasi karier untuk bekerja di Jepang. Program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan Bahasa Jepang, tetapi juga memberikan pembekalan yang mencakup kesiapan mental, kedisiplinan, pemahaman budaya Jepang, etos kerja, serta kompetensi pendukung yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja internasional.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya SMK PGRI 1 Ngawi dalam memperkuat link and match internasional, dengan mempertemukan proses pendidikan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja serta membuka akses karier yang lebih luas bagi lulusan.

Kolaborasi Sekolah, Industri, dan Perguruan Tinggi

Kekuatan Kelas Industri PT JIAEC terletak pada kolaborasi antara SMK PGRI 1 Ngawi, PT JIAEC, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan guru Bahasa Jepang SMK PGRI 1 Ngawi.

Kolaborasi dengan UNESA semakin diperkuat melalui pelaksanaan PPL Bahasa Jepang di SMK PGRI 1 Ngawi. Pada periode Agustus hingga Desember 2026, mahasiswa PPL Bahasa Jepang UNESA terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran dan pendampingan peserta didik.

Kehadiran mahasiswa PPL memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk berlatih Bahasa Jepang, berkomunikasi, serta mengenal pembelajaran dari mahasiswa yang memiliki latar belakang akademik di bidang Bahasa Jepang.

Bagi mahasiswa UNESA, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi ke dalam praktik pembelajaran secara langsung di lingkungan pendidikan vokasi.

Sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan dunia industri ini menjadi bentuk nyata penguatan ekosistem pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia kerja global.

Pembelajaran Kokurikuler Berorientasi Karier

Kelas Industri PT JIAEC dilaksanakan melalui program kokurikuler sebagai bentuk penguatan kompetensi peserta didik tanpa mengesampingkan proses pendidikan utama di sekolah.

Program diawali dengan proses perekrutan dan seleksi peserta didik yang mempertimbangkan minat, motivasi, kesiapan, serta komitmen untuk mengikuti seluruh tahapan persiapan kerja ke Jepang.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pembelajaran dan pendampingan secara bertahap, mulai dari kemampuan Bahasa Jepang, pemahaman budaya, kedisiplinan, hingga kesiapan menghadapi lingkungan kerja di Jepang.

Setelah memenuhi kompetensi dan persyaratan yang ditentukan, proses persiapan dan penyaluran kerja ke Jepang dilakukan melalui PT JIAEC sebagai mitra program.

Dengan pola tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan tambahan kompetensi, tetapi juga mulai membangun career planning sejak masih berada di bangku sekolah.

23 Lulusan Angkatan Pertama Menuju Jepang

Perjalanan Kelas Industri PT JIAEC menunjukkan capaian yang positif. Pada angkatan pertama, sebanyak 23 peserta didik berhasil menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan persiapan kerja.

Saat ini, para lulusan angkatan pertama tersebut sedang menjalani proses pemberangkatan untuk bekerja di Jepang.

Capaian ini menjadi motivasi sekaligus bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, dunia industri, perguruan tinggi, dan lembaga terkait dapat menciptakan jalur pengembangan karier yang lebih konkret bagi peserta didik SMK.

Keberhasilan angkatan pertama juga menjadi inspirasi bagi peserta angkatan kedua untuk mengikuti proses pembelajaran secara serius dan mempersiapkan diri sejak dini menuju dunia kerja internasional.

Bukan Sekadar Belajar Bahasa Jepang

Bagi SMK PGRI 1 Ngawi, Kelas Industri PT JIAEC bukan sekadar program pembelajaran Bahasa Jepang. Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membangun pendidikan vokasi yang terhubung dengan dunia kerja dan berorientasi pada masa depan peserta didik.

Peserta didik dipersiapkan agar memiliki kemampuan berkomunikasi, karakter kerja, kedisiplinan, kesiapan mental, serta wawasan budaya yang dibutuhkan untuk hidup dan bekerja di lingkungan internasional.

Hal tersebut sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kompetensi, kemandirian, dan keberlanjutan karier lulusan.

Menuju Generasi Vokasi Berwawasan Global

Melalui Kelas Industri PT JIAEC, SMK PGRI 1 Ngawi terus mendorong lahirnya lulusan yang:

Berkompeten – Berkarakter – Berwawasan Global – Siap Kerja.

Kolaborasi dengan PT JIAEC serta UNESA melalui PPL Bahasa Jepang pada Agustus–Desember 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dari ruang kelas di Ngawi, peserta didik dipersiapkan untuk berani bermimpi lebih jauh, memiliki kompetensi yang sesuai, serta mampu mengambil peluang di tingkat internasional.

Bagi SMK PGRI 1 Ngawi, pendidikan vokasi bukan hanya tentang siap lulus, tetapi juga tentang siap melangkah menuju masa depan.

“Dari Ngawi Menuju Jepang, Menyiapkan Generasi Vokasi untuk Dunia.”

SMK PGRI 1 Ngawi
Kompeten • Berkarakter • Berwawasan Global • Siap Kerja


Penulis: MH
Redaksi: LP